Minggu, 20 Agustus 2017

Ibu Dey: Bebaskan Kartini Sulut dari Kanker

id deetje
Ibu Dey: Bebaskan Kartini Sulut dari Kanker
Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Utara Ny Adeline Deetje Sarundajang Laoh Tambuwun saat memberikan sambutan pencanangan program gerakan nasional pencegahan kanker pada perempuan Indonesia (1)
“Program gerakan nasional pencegahan kanker pada perempuan Indonesia merupakan inisiatif dari Ibu Negara RI Hj. Iriana Widodo," katanya.

Ibu Dey: Bebaskan Kartini Sulut Dari Kanker

Oleh Karel A Polakitan
  
Manado, (ANTARASulut) - Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Utara Ny Adeline Deetje Sarundajang Laoh Tambuwun mengajak masyarakat bebaskan kartini-kartini di daerah ini dari penyakit kanker.

Ajakan First Lady Sulut , disampaikan pada temu wicara kanker mulut rahim tingkat Provinsi Sulut yang digelar TP PKK Sulut bekerjasama dengan Dinkes Sulut dan BPJS di Puskesmas Tuminting Manado.

“Program gerakan nasional pencegahan kanker pada perempuan Indonesia merupakan inisiatif dari Ibu Negara RI  Hj. Iriana Widodo, dan untuk tingkat pusat dilaksanakan di Jogja hari ini (kemarin-red) oleh organisasi aksi solidaritas era (OASE) kabinet kerja di pimpin Ibu iriana. Program ini akan berlangsung selama 5 tahun kedepan,” jelas Ibu Dey.

Khusus untuk Sulut pencanangannya di pusatkan di Puskesmas Tuminting Manado, bertempatan dengan peringatan Hari Kartini, ujar Isteri tercinta dari Gubernur Sulut ini.

Menurut Ibu Dey kanker mulut rahim atau serviks saat ini memiliki resiko paling tinggi yang melanda kaum wanita Indonesia, alasanya karena banyak orang khususnya wanita belum tahu apa pentingnya menjaga kesehatan organ vital wanita itu. 

Karena itu Ibu Dey berharap, segala informasi dan akses pelayanan terhadap penyakit kanker mulut rahim maupun kanker payudara dapat diterima secara cepat, sehingga penanggulangan penyakit secara umum bisa dilakukan dengan deteksi dini.

Wakil Ketua TP PKK Sulut, Ibu Mieke Kansil Tatengkeng mengimbau, masyarakat khususnya kaum perempuan untuk memeriksa kesehatan secara teratur.***adv***
 

Editor: Guido Merung

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Baca Juga