Senin, 25 September 2017

Manado krisis air Mangindaan-Asiku bantu sumur bor

id Ai
Manado krisis air Mangindaan-Asiku bantu sumur bor
Penggalian Sumur bor bantuan Mangindaan-Asiku di Molas, Bunaken. (Ist) (1)
"Setiap hari armada pembagi air besih Mangindaan-Asiku membawa sedikitnya 8 tanki air berukuran besar, yang diambil dari salah satu sumor bor berkedalaman lebih 140 meter di kawasan Paniki," kata Mangindaan.
Manado (AntaraSulut) - Krisis air bersih, karena kemarau berkepanjangan di Indonesia termasuk Manado, menimbulkan keprihatinan banyak pihak, termasuk pasangan calon wali kota Harley Mangindaan dan wakilnya Jemmy Asiku. 

     Keprihatinan tersebut ditunjukan pasangan calon nomor urut satu dengan membantu masyarakat membuat sumber air, dengan melakukan pengeboran dan bagi-bagi air bersih. 

     "Salah satu yang dibantu pengeboran adalah warga lingkungan dua kelurahan Molas Kecamatan Bunaken, yang dibantu membuat sumur bor," kata Mangindaan di Manado. 

    Dia mengatakan, survei titik pengeboran sudah mulai Sabtu lalu, dan pengeboran sudah dimulai. 

     Kalisa Janis, pemilik rumah yang menjadi titik pengeboran mengatakan, warga di lingkungannya setiap hari harus antri di rumah warga yg punya sumur, karena itu dengan adanya pengeboran mereka merasa sangat terbantu.

     Julita Agama, salah satu warga di lingkungan tersebut, membenarkan penuturan Janis.

    "Tapi kalu so kering tu parigi (sumur, red) yang terlambat air kurang mo trima paser," jelas Agama. 

     Sedikitnya 23 kepala keluarga akan ikut memanfaatkan sumur bor bantuan Mangindaan Asiku ini.

"Sampaikan terima kasih kami kepada Pak Harley dan Pak Asiku, salam kami atas bantuan sumur bornya," kata Kalisa Janis dan Johana Tamporasa, warga lainnya.

     Mereka mengatakan, kedua calon memberikan bukti bukan hanya janji saja. 

    Selain membantu pengeboran, pasangan usungan Gerindra dan Hanura tersebut juga menyalurkan bantuan air bersih, sebanyak delapan tangki tiap harinya. 

     Program operasi bantuan air bersih Mangindaan-Asiku sudah berlangsung selama dua bulan terakhir.

     "Setiap hari armada pembagi air besih Mangindaan-Asiku membawa sedikitnya 8 tanki air berukuran besar, yang diambil dari salah satu sumor bor berkedalaman lebih 140 meter di kawasan Paniki," kata Mangindaan.

     Salah satu pengemudi mobil pengangkut air bernama Robert Ratag, mengatakan, setiap hari dia bertugas membagi-bagi air ke warga.

     "Sampe ampa ret tiap hari musti bawa ini aer," katanya. ***

Editor: Guido Merung

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Baca Juga