Jumat, 18 Agustus 2017

Uskup Baru Harus Jadi Apa Adanya

id Uskup Baru Keuskupan Manado
Uskup Baru Harus Jadi Apa Adanya
Mgr Rolly Untu beserta keluarganya (1)
Manado, (AntaraSulut)Keuskupan Manado yang wilayah kerjanya meliputi Provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo mendapat Uskup baru yang akan menggantikan Mgr. Josef Suwatan MSC yang telah mengabdi selama 27 tahun. Pastor Benediktus Estephanus Rolly Untu MSC, akrab disapa Rolly, diangkat sebagai uskup oleh Tahta Suci Vatikan pada Rabu (12/4) pukul 12.00 waktu Roma atau 17.00 Wita.
      
Dalam percakapan dengan wartawan di Wisma Keuskupan Manado, Senin (17/4) sore, Uskup Manado Mgr. Yos Suwatan MSC mengungkapkan rasa senangnya dengan adanya berita pengangkatan uskup baru ini. Mgr. Yos senang karena sudah sekitar dua tahun ia menunggu penerimaan pengunduran dirinya (yang telah diajukannya 2 tahun lalu saat berusia 75 tahun) oleh Tahta Suci.
      
"Saya senang karena sudah menunggu lama, baru sekarang diumumkan adanya pengganti saya yakni Pastor Rolly Untu MSC," tandas Mgr. Yos seraya mengungkapkan rasa terima kasihnya karena pengunduran dirinya, sesuai hukum Gereja Katolik, sudah diterima dan Tahta Suci telah mengangkat penggantinya.
      
Mgr. Yos cukup mengetahui keberadaan pastor Rolly mulai dari masih anak – anak hingga sekarang. Saat Mgr. Yos menjadi frater pernah mengajar di SD RK IV Manado di mana Rolly kecil menjadi salah satu murid di situ, yang kepala sekolahnya G.D. Untu, ayah Mgr. Rolly.
      
Kiprah Mgr. Rolly saat frater dan masuk dalam Tarekat MSC hingga menjalankan tugas panggilannya sebagai imam, cukup banyak diketahui atau bersinggungan dengan Mgr. Yos karena sebelum menjabat Uskup Manado menggantikan Mgr. Theodorus H.A.J. Moors MSC adalah Superior MSC dan Provinsial MSC Indonesia.
      
Back-round Mgr. Rolly saat bertugas sebagai imam termasuk ketika studi di luar negeri diharapkan Mgr. Yos akan menjadi faktor pendukung tugas penggembalaan Mgr. Rolly di Keuskupan Manado.

"Dia memiliki back-round dan pengalaman yang cukup luas baik dalam pendidikan untuk calon – calon imam, maupun dalam karya gereja di paroki – paroki maupun daerah – daerah misi. Kita mendapat uskup baru yg memiliki back-round pengalaman yang cukup luas. Mudahan -  mudahan dengan pengalaman beliau itu akan membantu perkembangan di Keuskupan Manado," ujar Mgr. Yos.
      
Satu pesan singat yang disampaikan Mgr. Yos kepada penggantinya. Mgr. Rolly hendaknya tidak berubah. “Tetap seperti Rolly apa adanya, sebagaimana dia sekarang ini dikenal orang,” tandas uskup kelahiran Tegal (Jawa Tengah), 10 April 1940 itu.
      
Mgr. Rolly (sapaan uskup baru), belum banyak berkomentar untuk jabatan baru itu dan apa yang nantinya diperbuat untuk melanjutkan kepemimpinan Mgr. Yos. Motto sebagai uskup pun baru akan dimatangkan.
      
Ketika ditemui di Wisma Keuskupan Manado beberapa saat setelah tiba di Manado, Senin (17/4) sore, anak kelima dari dua belas bersaudara pasangan G.D. Untu dan Geertruida Lasut (keduanya sudah meninggal) ini baru berbicara seputar pengangkatannya.
      
Mgr. Rolly mengungkapkan, dia mendapat surat dari Tahta Suci Vatikan tentang pengangkatannya sebagai Uskup Manado pada Rabu (12/4) sore. Yang menyerahkan adalah Duta Vatikan untuk Indonesia Mgr. Antonio Guido Filipazzi.
      
Dalam surat pengangkatan itu, Paus Fransiskus menyebutkan bahwa pengunduran diri Mgr. Josef Suwatan MSC telah diterima dan mengangkatnya sebagai uskup baru Keuskupan Manado. Pengajuan pengunduran itu dibuat Mgr. Yos dua tahun lalu ketika berusia 75 tahun, sesuai hukum Gereja Katolik.
      
Mgr. Rolly mengungkapkan rasa terkejutnya ketika mendapat surat dari Tahta Suci. Dia sangat terkejut dan tak menyangka dengan penunjukannya sebagai Uskup Manado untuk menggantikan Mgr.Yos. "Saya terkejut atas penunjukan ini. Saya bergumul juga. Sebagai manusia merasa tidak layak dan tak pantas untuk jabatan ini," ujarnya seraya menambahkan, dia menyadari penunjukan ini adalah kepercayaan, anugerah, rahmat dari Allah kepadanya. Oleh karena itu, dia menerimanya dengan rendah hati.
      
 

Editor: Guido Merung

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga