Minggu, 22 Oktober 2017

Pakar Gizi: Donor Asi Solusi Ibu Sakit

id pemprov sulut
Pakar Gizi: Donor Asi Solusi Ibu Sakit
Pakar Gizi IPB Profesor Rizal Damanik (1)
Ini (donor ASI) bisa menjadi salah satu solusi apabila karena satu dan lain hal si ibu tidak bisa menyusui. ASI yang masih bagus dan baik pasti dibutuhkan bayi,
Manado, (AntaraAulut) - Pakar gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Profesor Rizal Damanik mengatakan donor Air Susu Ibu (ASI) dapat menjadi solusi bagi ibu-ibu sakit atau meninggal usai melahirkan.

"Ini (donor ASI) bisa menjadi salah satu solusi apabila karena satu dan lain hal si ibu tidak bisa menyusui. ASI yang masih bagus dan baik pasti dibutuhkan bayi," kata Profesor Damanik di Manado, Senin.

Secara emosional, kata dia, ketika ASI diberikan langsung oleh sang ibu pasti akan menimbulkan efek positif bagi kejiwaan anak, hanya saja ketika si ibu sakit atau ada masalah kesehatan lainnya, donor ASI dapat menjadi salah satu pilihan.

ASI menurut dia, adalah makanan satu-satunya yang sangat cocok untuk situasi bayi.

"Masih banyak ibu-ibu yang belum menyadari betul perannya. Setelah melahirkan, tugas si ibu masih berjalan, tidak berhenti. Ada ibu yang memiliki anggapan tak perlu lagi memberikan ASI karena ada makanan lainnya sebagai pengganti," ujarnya.

Padahal, kata dia, peran seorang ibu ketika melahirkan tidak berakhir di situ, karena masih harus membantu pertumbuhan bayi pada enam bulan pertama.

"Pertumbuhan bayi akan terus berkembang, mata masih harus bertumbuh secara normal, begitu pun dengan organ-organ lainnya. Dan untuk membantu proses tumbuh kembang bayi butuh ASI yang diberikan oleh si ibu. Motivasi sangat dibutuhkan seorang ibu untuk menyediakan ASI bagi bayinya," katanya lagi.

Profesor Damanik kembali menegaskan bahwa makanan yang paling dibutuhkan bayi adalah ASI, dan bukan dalam bentuk lainnya.

"Tapi yang paling penting adalah ASI yang diberikan itu berasal dari ibu yang sehat, tidak sakit. Apabila memenuhi syarat itu, ASI dapat dikonsumsi," ujarnya.

Apabila bayi diberikan sumber makanan lain akan sangat berisiko karena dari sisi fisik usus belum bisa menerima, wadah bahkan air yang digunakan belum bisa dipastikan kebersihannya.

"Jadinya bayi yang menerima makanan, bukan ASI, malah menjadi sakit. Sekali lagi ASI menjadi satu-satunya makanan yang dibutuhkan bayi," katanya menegaskan.

Apabila, si ibu mengalami persoalan yang berhubungan dengan produksi ASI sedikit, tak perlu berkecil hati ataupun menganggapnya sebagai sebuah persoalan, harapnya.

Karena saat ini, obat herbal yang berasal dari tumbuhan jenis "Torbangun" bisa dikonsumsi untuk menambah produksi ASI.

"Tanaman itu tidak hanya berada di Batak, tapi juga berada di mana-mana. Indonesia memiliki keragaman tanaman. Bisa saja ada tanaman di sini (Sulawesi Utara) yang dapat membantu meningkatkan produksi ASI, itu bisa dimanfaatkan," ajaknya.***4***





(T.K011/B/G004/G004) 31-07-2017 20:56:45

Editor: Guido Merung

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga