Senin, 23 Oktober 2017

Bandara Samrat Raih Sertifikat ISO-9001:2015

id Danang mengatakan sertifikasi ini merupakan suatu capaian, namun bukan tujuan akhir.
Bandara Samrat Raih Sertifikat ISO-9001:2015
Dirut AP 1 Danang Baskoro saat menyerahkan penghargaan mutu ISO 9001:2015 kepada Pts GM AP I Bandara Samrat Erik Susanto. (1)
Danang mengatakan sertifikasi ini merupakan suatu capaian, namun bukan tujuan akhir.
Manado, 3/8 (Antara) - PT Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara Internasional Sam Ratulangi (Samrat) Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) meraih sertifikat manajemen mutu ISO 9001:2015.

"Sertifikat manajemen mutu ISO 9001:2015 dalam ruang lingkup Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) dan Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U) dari Badan Sertifikasi United Registrar Of System (URS) serta Pelayanan Jasa Kargo dan Pos Pesawat Udara (PJKP2U) dari Badan Sertifikasi Internasional Certificate Service Management (ICSM)," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Danang S Baskoro di Manado, Kamis.

Danang mengatakan sertifikasi ini merupakan suatu capaian, namun bukan tujuan akhir.

"Sertifikasi ini diharapkan dapat lebih memacu peningkatan pelayanan, efisiensi, efektivitas, dan pada akhirnya profitabilitas perusahaan secara keseluruhan," katanya.

Sertifikasi ini, kata Danang, merupakan suatu prestasi di tengah pertumbuhan trafik penumpang sebesar 23,86 persen yang terjadi di Bandara Sam Ratulangi Manado pada 2016 yang mencapai 2.618.205 penumpang dibanding 2.113.737 penumpang pada 2015.

"Di tengah pertumbuhan trafik yang tergolong tinggi, yaitu 23,86 persen, penerapan standar mutu yang konsisten membuat Bandara Samrat dapat meraih sertifikat ISO 9001:2015. Ini merupakan suatu prestasi,"kata Danang.

Pts General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado Erik Susanto mengatakan hal ini merupakan bukti nyata komitmen PT Angkasa Pura I (Persero), khususnya Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, untuk senantiasa menjaga tingkat kualitas layanan bandara bagi pengguna jasa bandara, baik penumpang pesawat, maskapai penerbangan maupun Kargo dan Pos Pesawat Udara.

"Standar pelayanan yang kami terapkan selama ini mengantarkan Bandara Sam Ratulangi Manado meraih sertifikat ISO 9001:2015 dalam ruang lingkup PJP2U, PJP4U dan PJKP2U," katanya.

Angkasa Pura I senantiasa fokus untuk meningkatkan dan memperkaya pengalaman penumpang dalam menggunakan transportasi udara, khususnya di bandara, agar penumpang merasa nyaman, bahkan sejak sebelum melakukan perjalanan udara.

Bukan hanya untuk penumpang, katanya,tetapi peningkatan kualitas layanan juga dilakukan kepada maskapai sebagai salah satu customer utama.

Branch Manager URS Makassar Iin Widyawati mengatakan audit sertifikasi ini berjalan dengan baik dan manajemen Angkasa Pura I Cabang Manado telah menunjukkan komitmen dan usaha yang serius dalam meningkatkan kepuasan pelanggan.

Tujuan audit ini untuk menilai sejauh mana sistem manajemen mutu di Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandar Udara Sam Ratulangi Manado telah diterapkan sesuai dengan standard internasional ISO 9001 versi 2015.

"Harapan kami ini merupakan langkah awal dalam upaya untuk peningkatan kinerja Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Sam Ratulangi Manado secara terus menerus dan berkelanjutan,� jelasnya.

Sebagai informasi, sertifikasi ISO 9001:2015 dalam lingkup PJP2U, PJP4U dan PJKP2U yang diraih Bandara Sam Ratulangi Manado ini menjadikan bandara ini sebagai bandara ke dua Angkasa Pura I yang memiliki sertifikasi ISO 9001:2015 dalam lingkup PJP2U, PJP4U dan PJKP2U setelah Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Sementara itu, seluruh bandara Angkasa Pura I sudah meraih sertifikat ISO 9001:2008 dalam lingkup PJP2U.

PT Angkasa Pura I (Persero) sendiri sudah menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 sejak 2013 untuk seluruh bandaranya.

Pada 2017 ini, manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) berkomitmen untuk melakukan perubahan ISO 9001:2008 menjadi ISO 9001:2015 di seluruh bandara.

Sertifikat ISO 9001 ini merupakan standar persyaratan yang dibuat oleh Internasional Organization for Standardization dan telah menjadi tolak ukur mutu. Secara detail, komponen penilaian didasarkan pada pemeriksaan dokumen, prosedur, laporan, interview terhadap manajemen dan karyawan, observasi lapangan, dan pengecekan secara mendalam terhadap semua aspek operasional di semua bagian.***3***



(T.KR-NCY/B/G004/G004) 03-08-2017 19:53:25

Editor: Guido Merung

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga