Selasa, 17 Oktober 2017

BI: Bahan Makanan Pemicu Utama Inflasi Manado

id Selanjutnya, harga komoditas strategis lainnya, yakni bawang merah, beras, dan cabai merah, juga mengalami peningkatan harga meskipun masih dalam leve
BI: Bahan Makanan Pemicu Utama Inflasi Manado
Soekowardojo (1)
Selanjutnya, harga komoditas strategis lainnya, yakni bawang merah, beras, dan cabai merah, juga mengalami peningkatan harga meskipun masih dalam level yang terbatas.
Manado, 2/8 (Antara) - Bank Indonesia (BI) menilai kelompok bahan makanan yang mengalami peningkatan cukup signifikan berpengaruh pada inflasi Kota Manado, Sulawesi Utara, selama Juli 2017.

"Terjadinya inflasi pada bulan Juli 2017 dipengaruhi oleh meningkatnya tekanan harga, terutama pada kelompok `volatile food`," kata Kepala BI Perwakilan Sulut Soekowardojo di Manado, Rabu.

Pada "volatile food", kata Soekowardojo, peningkatan harga tomat sayur menjadi pemicu utama terjadinya inflasi pada bulan Juli sebagai dampak masih tingginya permintaan di tengah pasokan yang terganggu akibat curah hujan yang cukup tinggi selama bulan itu.

Selanjutnya, harga komoditas strategis lainnya, yakni bawang merah, beras, dan cabai merah, juga mengalami peningkatan harga meskipun masih dalam level yang terbatas.

Pada kelompok inti, katanya lagi, tekanan inflasi relatif mereda dibandingkan bulan sebelumnya seiring dengan normalisasi tingkat permintaan pasca-Idulfitri yang jatuh pada bulan Juni 2017.

Di sisi lain, kelompok "administered prices" menjadi faktor penahan laju inflasi pada bulan laporan.

"Koreksi harga pada kelompok ini besar dipengaruhi oleh koreksi harga pada komoditas angkutan udara seiring dengan penurunan mobilitas masyarakat pascamusim libur sekolah dan Idulfitri," katanya.

Pada bulan Juli 2017, inflasi Sulut yang diwakili oleh Kota Manado tercatat sebesar 0,86 persen (mtm) menurun dibandingkan bulan sebelumnya 1,15 persen (mtm).

Secara tahunan, tekanan inflasi Sulut pada bulan Juli 2017 tercatat sebesar 3,61 persen (yoy).

Sementara itu, inflasi tahun kalender pada bulan laporan tercatat sebesar 3,37 persen (ytd). Realisasi inflasi bulanan di Sulut pada bulan itu lebih tinggi daripada inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,22 persen (mtm).

Meskipun demikian, kata dia, realisasi inflasi bulanan tersebut tercatat masih lebih rendah daripada rata-rata historisnya selama 5 tahun terakhir yang sebesar 1,26 persen (mtm).

***3***

(T.KR-NCY/C/D007/D007) 02-08-2017 08:49:38

Editor: Guido Merung

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga