Selasa, 17 Oktober 2017

Disperindag Bentuk Pelopor Konsumen Cerdas di SLTA Manado

id Dia mengharapkan dua sekolah ini akan menularkan pemahaman tentang konsumen cerdas kepada sekolah lain di Kota Manado dan di kabupaten/kota lainnya di
Disperindag Bentuk Pelopor Konsumen Cerdas di SLTA Manado
Sosialisasi konsumen cerdas di Manado. (1)
Dia mengharapkan dua sekolah ini akan menularkan pemahaman tentang konsumen cerdas kepada sekolah lain di Kota Manado dan di kabupaten/kota lainnya di Sulut.
Manado, 9/8 (Antara) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Utara membentuk pelopor konsumen cerdas di sekolah lanjutan tingkat atas di daerah tersebut.

"Saat ini kami memilih SMA 9 Manado dan SMA PGRI Manado sebagai dua sekolah pelopor konsumen cerdas di Sulut," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sulut hanny Wajong dalam kegiatan edukasi konsumen cerdas di Manado, Rabu.

Dia mengharapkan dua sekolah ini akan menularkan pemahaman tentang konsumen cerdas kepada sekolah lain di Kota Manado dan di kabupaten/kota lainnya di Sulut.

"Dua sekolah ini langsung dipilih oleh pemerintah pusat sebagai pelopor konsumen cerdas sejak dini di Sulut," jelasnya.

Kepala Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen dan Tata Niaga Disperindag Sulut Arnold Kindangen mengatakan semakin banyak siswa yang paham tentang konsumen cerdas, maka tidak akan ada yang dirugikan dalam melakukan transaksi perdagangan.

"Jika ada yang merasa dirugikan silakan lapor kepada kami," kata Arnold.

Ada beberapa lambang dan petunjuk untuk menjadi konsumen cerdas, yakni pertama, lambang kaca pembesar yang memiliki arti teliti sebelum membeli. Kedua, lambang SNI yaitu, pastikan produk bertanda jaminan mutu SNI. Ketiga, lambang label yaitu, perhatikan label dan masa kedaluwarsa, dan yang terakhir lambang Keranjang yaitu, beli sesuai kebutuhan bukan keinginan.

Sebelum membeli produk sebaiknya konsumen meneliti terlebih dahulu mengenai produk tersebut, seperti kode produksi, lebel atau sertifikat halal, warna, dan kemasan.

"Selanjutnya kandungan nutrisi, kondisi barang, masa kadaluwarsa, pengawet dan pemanis buatan dan lambang SNI," katanya.

Diharapkan melalui mitra pelopor konsumen cerdas ini, dapat meningkatkan pemahaman konsumen mengenai produk atau barang yang akan mereka beli.

"Sehingga dapat terbebas dari akses negatif mengkonsumsi barang yang tidak sesuai dengan kesehatan, keamanan dan keselamatan lingkungan hidup," jelasnya.***3***



(T.KR-NCY/B/N002/N002) 09-08-2017 14:14:15

Editor: Guido Merung

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga