Sabtu, 21 Oktober 2017

BKKBN Ajak Masyarakat Berhati-hati Gunakan Alat Kontrasepsi

id pemprov sulut
BKKBN Ajak Masyarakat Berhati-hati Gunakan Alat Kontrasepsi
Kepala Dinas Kependudukan dan KB Pemprov Sulut dr Bahagia Mokoagouw MKes (1)
Kami berharap masyarakat secara sadar dan penuh tanggung jawab ikut berpartisipasi secara aktif dalam mendukung penuh program keluarga berencana,
Manado, (AntaraSulut) - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Utara Drs Nerius Auparay MSi mengajak masyarakat berhati-hati menggunakan alat kontrasepsi untuk menghindari komplikasi dan efek samping.

"Peserta KB hendaknya memperhatikan cara menggunakan kontrasepsi sehingga tidak ada kesalahan yang dapat mengakibatkan dampak buruk," kata Nerius pada kegiatan advokasi penanggulangan komplikasi/efek samping dan kegagalan ber-KB di Manado, Kamis.

Karena itu, kata dia, BKKBN tidak henti-hentinya melakukan sosialisasi kepada masyarakat penggunaan alat kontrasepsi yang tepat.

"Sasaran sosialisasi ini adalah pasangan yang sudah menikah atau masyarakat awam yang sedang dalam usia subur. Ini penting dilakukan, karena kesalahan dalam penggunaan alat kontrasepsi sangat berpengaruh kepada kondisi kependudukan di daerah ini," katanya.

Di sisi lainnya, Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan KB Sulawesi Utara dr Bahagia Mokoagow MKes mengajak masyarakat kembali menggelorakan semangat menggunakan alat kontrasepsi untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk.

"Kami berharap masyarakat secara sadar dan penuh tanggung jawab ikut berpartisipasi secara aktif dalam mendukung penuh program keluarga berencana," ajaknya.

Mantan Direktur Rumah Sakit Ratumbuysang itu optimistis setiap kegagalan penggunaan alat kontrasepsi dapat diatasi dengan mengikutsertakan tenaga penyuluh KB.

"Penyuluh KB akan memberikan konseling kepada akseptor tentang penanganan efek samping dan komplikasi dari setiap metode kontrasepsi yang digunakan. Keberhasilan program ini kami yakin dapat mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera," ujarnya.

Kegiatan advokasi seperti yang dilakukan saat ini, lanjut dia, searah dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bidang kesehatan mewujudkan masyarakat sehat, memiliki hidup yang panjang, cerdas, bersaya saing tinggi dan berprestasi.***4***





(T.K011/B/G004/G004) 10-08-2017 23:36:00

Editor: Guido Merung

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga