Minggu, 24 September 2017

Telkomsel Buka Jaringan Telekomunikasi Wilayah Pesisir Sulut

id "Sulut memiliki wilayah pesisir yang cukup banyak dan tersebar di beberapa kabupaten dan kota," kata Branch Manager Telkomsel Manado Joseph Dangeubun,
Telkomsel Buka Jaringan Telekomunikasi Wilayah Pesisir Sulut
Jaringan Telkomsel mampu diakses hingga wilayah pesisir pantai Sulut.(Foto: Adwit Pramono) (1)
"Sulut memiliki wilayah pesisir yang cukup banyak dan tersebar di beberapa kabupaten dan kota," kata Branch Manager Telkomsel Manado Joseph Dangeubun, di Manado, Rabu.
Manado, (Antara) - PT Telkomsel akan membuka jaringan telekomunikasi hingga wilayah pesisir di Provinsi Sulawesi Utara.

"Sulut memiliki wilayah pesisir yang cukup banyak dan tersebar di beberapa kabupaten dan kota," kata Branch Manager Telkomsel Manado Joseph Dangeubun, di Manado, Rabu.

Dia menyebutkan dari 15 kabupaten dan kota di Sulut hanya dua daerah saja yang tidak memiliki wilayah pesisir, yakni Kota Tomohon dan Kotamobagu.

Namun, katanya lagi, sebanyak 13 kabupaten dan kota lainnya memiliki wilayah pesisir dengan jumlah penduduk yang tidak sedikit, yakni Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Utara, Minahasa, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Bolaan Mongondow Timur, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

Wilayah pesisir juga terdapat pada tiga kabupaten Kepulauan Sulut yakni Sitaro, Sangihe, dan Talaud.

Ia menyatakan, penduduk di 13 kabupaten dan kota Sulut yang berada di daerah pesisir tidak sedikit dan membutuhkan alat komunikasi.

"Selama ini memang sebagian besar Sulut telah dilayani oleh Telkomsel walaupun masih ada yang 2G, namun masih ada lokasi tertentu apalagi di balik perbukitan yang menyulitkan untuk membangun tower di daerah tersebut," katanya lagi.

Apalagi, katanya, bila wilayah tersebut belum tersedia listrik, sehingga Telkomsel harus menunggu sampai listrik tersedia di desa tersebut.

"Memang harus diakui, aliran listrik ke wilayah pesisir ada yang masih belum masuk, namun kami terus meningkatkan layanan di daerah tersebut," katanya pula.

Telkomsel juga menyediakan genset di semua BTS, katanya, tapi hanya mampu bertahan beberapa jam saja.

"Apalagi di daerah yang penduduknya masih sedikit, dan tidak ada penjaganya, kami sering kehilangan genset, sehingga masyarakat terhambat komunikasi saat aliran listrik padam," ujar dia pula.

Menurutnya, Telkomsel terus berupaya agar semua masyarakat hingga pelosok desa di Sulut bisa menikmati layanan telekomunikasi.

Saat ini, katanya, layanan telekomunikasi sangat penting dan tidak terlepas dari kehidupan manusia.

Indonesia memang memiliki kawasan pesisir yang sangat potensial untuk berbagai opsi pembangunan.

Wilayah pesisir, katanya lagi, sektor usahanya di bidang perikanan dan kelautan.

Namun dengan semakin meningkat pertumbuhan penduduk dan pesat kegiatan pembangunan di wilayah pesisir dalam peruntukan permukiman, perikanan, pelabuhan, objek wisata, dan lain-lain, maka tekanan ekologis terhadap ekosistem dan sumber daya pesisir dan laut itu semakin meningkat.

Telkomsel, kata Joseph, dalam pembangunan layaanan telekomunikasi di wilayah pesisir harus memantau karakteristik wilayah, apakah memerlukan layanan 2G, 3G atau 4G.

"Namun biasanya layanan 3G sudah cukup memenuhi kebutuhan masyarakat pesisir dalam melakukan komunikasi," katanya pula. Layanan 3G sudah bisa melakukan voice, SMS maupun data meskipun hanya terbatas.

Jumlah penduduk Sulut mencapai 2,43 juta jiwa.***1***



Budisantoso Budiman

(T.KR-NCY/B/B014/B014) 30-08-2017 10:34:38

Editor: Guido Merung

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga