Senin, 25 September 2017

DPKP Gelar Pameran Pertanian Meriahkan Manado Fiesta

id Pertanian.
DPKP  Gelar Pameran Pertanian Meriahkan Manado Fiesta
Salah satu peserta pameran, Gapoktan Paniki Indah. (Jo) (1)
Pameran dilaksanakan selama 10 hari, dan dibuka pada 31 Agustus


Manado, (Antaraaulut) - Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPKP) Manado, Sulawesi Utara, menggelar pameran produksi pertanian dan perikanan untuk memeriahkan acara "Manado Fiesta".

"Pameran dilaksanakan selama 10 hari, dan dibuka pada 31 Agustus lalu oleh wali kota untuk memeriahkan acara bertaraf internasional Manado Fiesta," kata Kepala DPKP Ir Nolfie Talumewo melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan DPKP Manado Lucky Kamagi di Manado.

Kamagi mengatakan, pameran tersebut diikuti hanya oleh 12 gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Manado karena keterbatasan lokasi untuk pameran di area parkir Manado town square Manado.

Sebenarnya menurutnya peserta yang mendaftar untuk ikut acara tersebut banyak, lebih dari 20 gapoktan, tetapi pihaknya harus selektif memilih peserta karena keterbatasan ruang.

"Jadi yang ikut dalam pameran sudah melalui seleksi ketat, sebab acara juga dilaksanakan dalam rangka menyukseskan Manado Fiesta," katanya.

Menurut Lucky, DPKP Manado pun sekaligus menggelar lomba "stan" pameran terbaik, dalam penataan ruang dan aktivitas Gapoktan.

Ketua Gapoktan Toga, Evie Laoh, salah satu peserta pameran mengatakan, mereka memamerkan berbagai hasil kelompoknya seperti bunga-bunga, abon cakalang, roti keong hingga kacang gula merah, yang selama ini diproduksi.

Istimewanya kelompok mereka, kata Evie, adalah anggotanya merupakan kaum lanjut usia tetapi tetap aktif berkegiatan sehingga bisa mendapatkan hasil baik uang maupun perhatian pemerintah.

Demikan halnya dengan Gapoktan Paniki Indah, melalui ketuanya Marie Wakkary mengatakan, memamerkan hasil kelompoknya yaitu tanaman hidroponik yang organik semuanya, dan bisa langsung dibeli di tempat.

"Kami pun ikut berbagi ilmu dengan siapapun yang datang, sehingga bisa ikut mengembangkan potensi, sekaligus meningkatkan perekonomian. ***3***

Editor: Guido Merung

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga