Rabu, 20 September 2017

Harga Beras Sulut Lebih Mahal Dibandingkan HPP

id "Meskipun sudah mengalami kenaikan HET beras pemerintah, Perum Bulog masih kesulitan membeli beras petani dalam jumlah yang lebih besar," katanya.
Harga Beras Sulut Lebih Mahal Dibandingkan HPP
Taufan Akib (1)
"Meskipun sudah mengalami kenaikan HET beras pemerintah, Perum Bulog masih kesulitan membeli beras petani dalam jumlah yang lebih besar," katanya.
Manado, 6/9 (Antara) - Harga beras di sentra perdagangan Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) masih lebih mahal dibandingkan harga pembelian pemerintah (HPP) Perum Bulog.

"Saat ini harga jual beras petani ke pedagang masih lebih tinggi dibandingkan HPP yang hanya sebesar Rp8.030 per kilogram," kata Kepala Perum Bulog Divre Sulut Taufan Akib di Manado, Rabu.

Padahal, katanya, sesuai dengan inpres nomor 5 tahun 2015 HPP beras pemerintah telah naik dari sebelumnya hanya Rp7.300 per kilogram.

"Meskipun sudah mengalami kenaikan HET beras pemerintah, Perum Bulog masih kesulitan membeli beras petani dalam jumlah yang lebih besar," katanya.

Karena, katanya, petani lebih suka menjual beras ke pedagang dengan harga dikisaran Rp10.000 per kg.

Bulog tidak bisa memaksa petani untuk menjual kepada Bulog, jika harga di pasaran lebih mahal, karena itu juga menyangkut kesejahteraan petani.

Saat ini, katanya, serapan beras Bulog dari petani lokal baru dikisaran seribuan ton dari target tahun ini yang cukup besar.

Akib menambahkan penyerapan dilakukan di daerah sentra beras yang ada di Sulut, seperti di Bolaang Mongondow dan Gorontalo, serta di Minahasa.

"Dengan pembelian tersebut diharapkan target yang ditetapkan pada 2017 sebanyak 25.000 ton bisa tercapai," katanya.

Sehingga, pihaknya bekerja sama dengan semua pihak baik mitra kerja, TNI dalam menyerap beras petani lokal untuk meningkatkan stok.***3***



(T.KR-NCY/B/A029/A029) 06-09-2017 21:27:52

Editor: Guido Merung

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga