Minggu, 24 September 2017

Deflasi Manado Tak Sedalam Perkiraan BI

id Terjadinya inflasi pada angkutan udara menjadi penahan laju deflasi yang lebih dalam.
Terjadinya inflasi pada angkutan udara menjadi penahan laju deflasi yang lebih dalam.
Manado, (Antara) - Deflasi Manado pada Agustus 2017 tidak sedalam perkiraan Bank Indonesia (BI) yang sebelumnya mematok 0,5 persen.

"Kami memperkirakan Manado akan mengalami deflasi sebesar 0,5 persen tapi laporan Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 0,21 persen," kata Kepala BI Perwakilan Sulut Soekowardojo di Manado, Rabu.

Hal itu disebabkan oleh indeks harga konsumen (IHK) tarif angkutan udara yang diperkirakan BI akan mengalami deflasi pada bulan Agustus, namun pada realisasinya tercatat inflasi dengan andil 0,27 persen.

Sebagai informasi, katanya, inflasi tarif angkutan udara di Sulut tersebut cenderung berbeda dibandingkan dengan sebagian besar provinsi lain di kawasan Sulawesi di mana tarif angkutan udaranya mengalami deflasi.

Terjadinya inflasi pada angkutan udara menjadi penahan laju deflasi yang lebih dalam.

Inflasi angkutan udara terjadi seiring dengan naiknya jumlah kunjungan dalam rangka Tomohon International Festival Flower (TIFF) serta mobilitas masyarakat di hari libur kemerdekaan dan jelang Idul Adha.

Di sisi lain, meningkatnya tekanan harga pada pada kelompok AP dan inti menjadi faktor penahan laju deflasi. Kelompok administered prices (AP) tercatat inflasi sebesar 1,28 persen (mtm) yang didorong oleh sub kelompok non energi khususnya tarif angkutan udara.

Sementara itu, kelompok inti tercatat inflasi sebesar 0,14 persen (mtm) yang didorong oleh sub kelompok core traded khususnya emas perhiasan.

Terjadinya deflasi pada Agustus 2017 didorong oleh menurunnya tekananharga pada kelompok volatile food (VF), di tengah naiknya tekanan harga pada kelompok administered prices (AP) maupun inflasi inti (core). Kelompok VF tercatat deflasi sebesar -2,71 persen (mtm).

Penurunan tekanan harga di kelompok VF didorong oleh turunnya harga komoditas strategis Sulut yakni Barito (bawang merah, cabai rawit, dan tomat) serta komoditas lainnya seperti bawang putih dan cabai merah.

Hal tersebut merupakan dampak dari kembali normalnya hargaharga seiring dengan tingkat permintaan yang relatif normal di tengah pasokan yang memadai, pasca konsumsi yang tinggi pada bulan-bulan sebelumnya dalam rangka Lebaran dan Pengucapan.

Adapun tomat sayur menjadi penyumbang utama deflasi dengan andil sebesar 0,30 persen.

Pada bulan Agustus 2017, Indeks Harga Konsumen (IHK) Sulawesi Utara yang diwakili oleh Kota Manado mencatat deflasi sebesar -0,21 perseb (mtm), setelah sebelumnya pada bulan Juni dan Juli tercatat inflasi.

Realisasi tersebut lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata historis bulan Agustus 5 tahun terakhir yang tercatat inflasi 0,53 persen (mtm).

Dengan angka tersebut maka secara tahunan inflasi Sulut pada bulan Agustus 2017 tercatat sebesar 3,80 persen (yoy), dengan inflasi tahun kalender sebesar 3,16 persen (ytd).***3***



(T.KR-NCY/B/G004/G004) 06-09-2017 18:04:45

Editor: Guido Merung

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga