Jumat, 20 Oktober 2017

Pemkab Sitaro-BKMM Sulut Baksos Operasi Katarak di Tagulandang

id Sitaro
Pemkab Sitaro-BKMM Sulut Baksos Operasi Katarak di Tagulandang
Kegiatan ya g digelae di Tagulandang, oleh Plan bersama BKMM Sulut. (Foto/Ist) (1)
Dengan harapan masyarakat yang kurang mampu akan terbantu
Ondong, 4/10 (Antara) - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) dipimpin Bupati Tonny Supit didampingi Ketua TP PKK Eva Supit-Sasingen, bersama Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Utara menggelar bakti sosial berupa operasi katarak di Tagulandang dengan sasaran warga miskin. "Bakti sosial digelar bentuk operasi mata katarak bagi masyarakat kurang mampu, sekaligus menggelar donor darah," kata Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Tonny Supit di Ondong. Ia mengatakan operasi tersebut dilaksanakan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu dan menderita katarak, supaya bisa melihat lagi secara normal, tanpa harus mengeluarkan biaya. Kegiatan tersebut melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk Tim Penggerak PKK yang dipimpin ketuanya, Eva Supit-Sasingen, Dinas Kesehatan setempat, PMI, dan RSUD Tagulandang Ia mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (3/10).
"Dengan harapan masyarakat yang kurang mampu akan terbantu, mengingat biaya untuk operasi katarak itu mahal, apalagi jika masyarakat tidak menggunakan BPJS atau asuransi lainnya," katanya.
Ia mengatakan kegiatan donor darah dilaksanakan secara terbuka bagi masyarakat umum, termasuk kalangan aparatur sipil negara di daerah itu. Melalui kegiatan donor darah, katanya, sekaligus mengingatkan masyarakat untuk saling membantu sesamanya. "Donor darah adalah sebuah kegiatan kemanusiaan, karena dengan setetes darah yang didonorkan, kita sudah membantu sesama yang membutuhkan, meskipun tidak dikenal," katanya Ia mengatakan pemkab bersama PMI terus menyosialisasikan pentingnya donor darah yang bukan hanya untuk menolong sesama manusia, tetapi bahwa aksi sosial itu juga akan membantu diri sendiri supaya tetap sehat. Selain itu, katanya, dengan donor maka pendonor terbantu sebab darahnya akan diperiksa secara gratis apakah mengandung bibit penyakit, termasuk yang berbahaya. "Dan jika memang ada masalah di tubuh akan dihubungi PMI dan yang bersangkutan bisa melakukan pengobatan," katanya. ***4***
(T.KR-JHB/B/M029/M029) 04-10-2017 16:56:40

Editor: Guido Merung

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga