Sabtu, 21 Oktober 2017

Oktavia Peron Dapatkan Bea Siswa PCCI dari Pemerintah AS

id Oktavia Peron Dapatkan Bea Siswa PCCI dari Pemerintah AS
"Mimpi yang menjadi kenyataan, yang untuk sebagian besar orang hanya bisa dicapai dalam angan- angan atau hanya di dalam mimpi," kata Oktavia.
    Manado, (AntaraSulut) - Oktavia Peron merupakan satu dari sekian banyak pemuda asal Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang menerima bea siswa dan sudah menyelesaikan pendidikannya pada Program Community College Initiative 2014 –2015.

    "Mimpi yang menjadi kenyataan, yang untuk sebagian besar orang hanya bisa dicapai dalam angan- angan atau hanya di dalam mimpi," kata Oktavia.

    Oktavia mengatakan,  pergi-tinggal dan belajar ke Amerika merupakan sesuatu yang sangat tidak mungkin atau dengan kata yang lebih keren: it’s impossible (sesuatu yang tidak mungkin) bisa saya bayangkan sebelumnya.

    "Apalagi bagi kita yang dari keluarga yang kurang mampu dan juga dari wilayah timur Indonesia, Manado. Tapi hal ini bisa terwujud dan terjadi karena Community College Iniave Program (CCIP), program beasiswa yang disponsori oleh Pemerintah AmerikaSerikat dan dikelola oleh kantor AMINEF di Jakarta," kata Oktavia.

    Program beasiswa ini mengajarkan bagaimana menjadi seorang “Leader“ bukan semata “Manager”.

    Melalui program beasiswa ini,Jurusan Manjemen Pariwisata (Hospitality Management), secara khusus belajar mengenai Manajemen Hotel di Northern Virginia Community College (NVCC) Annandale, Virginia, Amerika Serikat.

     Di bulan-bulan pertama, mulai beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan cuaca yang sangat jauh berbeda dengan yang di Indonesia.

       Cara belajar di Community College di Amerika Serikat sangat berbeda dengan cara belajar di Indonesia karena sistem belajar di dalam dan luar kelasnya sangat komprehensif di  dalam kelas, diharuskan untuk aktif dalam mengemukakan ide atau pendapat selama itu tidak lari dari topik yang dibahas. Buku panduan mata pelajaran pun sudah di tentukan jenis dan pengarangnya.

       Juga menggunakan syllabus sehingga mata pelajaran yang di pelajari selalu selesai sesuai dengan waktu dan tanggal yang ditentukan. Sistem tugas atau pekerjaan rumah di lakukan semuanya secara online.

     "Saya harap saya bisa memberikan kontribusi lebih kepada masyarakat sekitar di waktu yang akan datang," demikian Oktavia.  

 

Editor: Guido Merung

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga