Struktur KONI Sulut Didominasi Politisi

Manado, (Antaranews) - Struktur kepengurusan KONI Sulawesi Utara periode 2011-2015, masih sebagian besar didominasi dari kalangan politisi.

"Kehadiran kalangan politisi di struktur KONI Sulut tidak dipermasalahkan, asalkan mampu mengangkat prestasi dan pengembangan olahraga di daerah," kata Wakil Sekretaris I KONI Sulut, Roy Mewoh di Manado, Selasa.

Kepengurusan KONI Sulut untuk periode empat tahun ke depan itu, sudah dinilai memenuhi semua persyaratan, karena memiliki komitmen kuat dan kapabilitas dalam mengangkat olahraga di daerah.

Mewoh yang juga Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulut itu, menilai kalangan politisi di struktur KONI sudah teruji dalam pembinaan olahraga di daerah.

Bahkan sebagian juga pernah terjun langsung dengan pembinaan prestasi hingga tunjangan pendanaan, sehingga tidak ada masalah.

"Struktur KONI Sulut periode 2011-2015 masih akan dikonsultasikan ke KONI pusat, kemudian baru dilantik sesuai aturan berlaku," paparnya.

Pada struktur KONI yang dipimpin oleh Olly Dondokambey itu, bahkan juga melibatkan beberapa kepala daerah, kalangan pengusaha dan profesional.

Dondokambey sendiri adalah anggota DPR RI dan Bendahara DPP PDIP, dibantu oleh sekretaris Prof Hengky Rogi (profesional), Bendahara Steven Kandouw (anggota FPDIP DPRD Sulut).

Wali Kota Bitung Hanny Sondakh dan Bupati Minahasa Selatan Christiany Paruntu, juga masuk struktur sebagai wakil ketua KONI Sulut, kemudian bersama mantan Ketua DPRD Sulut dan fungsionaris Partai Golkar Syachrial Damopolii.

Kemudian ada juga beberapa pengurus parpol dan masih aktif sebagai anggota DPRD Sulut turut masuk dalam struktur KONI Sulut itu.

Pemerhati sosial dari Unsrat Manado, Fanly Pangemanan berharap, keberadaan kalangan politisi di KONI Sulut jangan dijadikan sebagai batu loncatan untuk kepentingan politik.

"Kalangan politisi harus benar-benar mengabdi untuk olahraga Sulut, yang saat ini masih tertinggal jauh dengan daerah lain dalam hal pembinaan," ujarnya.